Terdengar seperti judul sebuah lagu atau puisi,ya? Atau narasi yang dibuat kita ketika SD? Hehe…
Judul artikel ini memang terinspirasi oleh pengalaman pagi hari tadi, Minggu 15 Februari 2009, ketika penulis melihat salah satu keagungan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, pelangi. Terlebih saat terjadi hujan gerimis disertai cahaya matahari yang baru menguning saat itu, penulis melihat pelangi yang begitu cantik, melengkung dari horison ke horison, membentuk kurva yang besar. Dalam perjalanan mengambil 3 buah buku yang tertinggal di rumah teman penulis (Galang), sepanjang perjalanan terus ditemani pemandangan indah yang jarang bisa dinikmati setiap saat ini.
Sampai hujan gerimis berhenti dan tiba di rumah, penulis tak henti-hentinya memuji ciptaan sang Esa ini. Subhanallah Maha Suci Allah.
Lalu apa yang istimewa? Cuma pelangi aja, kok?
Yup, mungkin untuk sebagian orang ini pemandangan yang tidak akan terlalu menyita perhatian, karena terjadinya pelangi secara logis memang begitu sederhana, yaitu hanya sebuah pembiasan cahaya.
Logikanya, Ketika cahaya dibiaskan, cahaya akan berubah arah. Biasanya pembelokan ini terjadi ketika cahaya pindah dari medium satu ke yang lain. Hal ini terjadi karena cahaya bergerak dengan kecepatan berbeda dalam medium berlainan.
Contoh:
Ketika memasuki sebuah medium prisma kaca, cahaya yang masuk akan dibelokkan. Begitu pula cahaya yang keluar dari prisma.
Selain membiaskan cahaya, prisma memisahkan cahaya putih menjadi komponen warnanya. Warna cahaya yang berlainan ini berbeda frekuensinya, sehingga memiliki kecepatan tempuh berbeda ketika memasuki suatu zat.
Cahaya yang kecepatannya rendah di dalam kaca akan dibelokkan lebih tajam ketika pindah dari udara ke kaca, karena perbedaan kecepatannya berlainan. Tak mengherankan jika komponen yang membentuk cahaya putih dipisahkan berdasarkan frekuensinya ketika melewati kaca. Pada prisma, cahaya akan dibelokkan dua kali, ketika masuk dan keluar, sehingga penyebaran cahaya terjadi.
Nah, t
etesan air hujan pun dapat membiaskan dan menyebarkan cahaya mirip dengan konsep pembiasan cahaya pada sebuah prisma. Dalam kondisi yang tepat, pembiasan cahaya ini akan membentuk pelangi.
Lalu, kenapa ada Pelangi yang datang di Pagi Hari?
Sebenarnya bukan mengenai hujan pada pagi, siang atau sore hari. Intinya, Pelangi hanya dapat dilihat jika saat hujan tersebut bersamaan dengan matahari bersinar, karena tidak akan terjadi pembiasan jika tidak disertai adanya cahaya (jadi jangan tanya kenapa jika hujan pada malam hari tidak disertai dengan terjadinya pelangi, anak SD bodoh berperingkat pertama dari bawah pun tahu itu kalau itu pertanyaan konyol..hehe).
Pelangi juga hanya dapat dilihat dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat saja. Jadi posisi kita harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di bekalang kita. Posisi matahari, mata kita dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus. baru pelanginya bisa kelihatan.
Aneh, memang ada juga pelangi yang terbalik? Seperti cerita dongeng saja…
Menurut beberapa sumber berbeda, dikatakan memang pernah terjadi fenomena pelangi terbalik seperti yang sering diceritakan di dalam dongeng sebagai ‘senyuman pelangi’, dsb.
Fenomena ini bisa dinikmati penduduk Cambridge, Inggris. Dengan mata telanjang sekalipun, mereka bisa melihat untaian pelangi yang bentuknya terbalik dari biasanya. Ilmuwan Inggris mengatakan bahwa itu dipengaruhi kondisi di lapisan atmosfer bumi.
Banyak pengamat mengatakan bahwa terbaliknya lengkung pelangi maupun susunan warnanya tersebut disebabkan tingginya kristal es yang terdapat di lapisan atmosfer, kristal es tersebut memiliki. Nah, cahaya yang diterima kristal es tadi direfleksikan lagi ke langit. Gejala alam seperti ini bisa jadi lebih sering terjadi di daerah kutub.
Warna pelangi terbalik tidak terlalu berbeda dengan pelangi biasa. Di bagian horizon berwarna merah. Lantas berpendar menjadi kuning dan hijau. Di bagian ujung berwarna biru. namun menurut pengamatan, warna yang ditampilkan oleh pelangi terbalik ini terlihat lebih cerah karena disebabkan bentuk kurva yang mengarah kepada matahari.
Pelangi, salah satu filosofi yang membuat orang mampu melahirkan sesuatu ide luar biasa darinya.
Setidaknya alasan yang terbesit di benak penulis adalah karena selain keindahan yang tidak hanya bisa dijelaskan dengan alasan logis saja, melainkan pelangi bisa menjadi inspirasi yang tidak terbatas karena memiliki konsep abstrak yang mempunyai nilai penghargaan seni dan keindahan yang tinggi di dalamnya. (sedikit berbobot nih kata-katanya, jangan-jangan hanya asal ketik tanpa tau maksudnya? hehe… )
Kemunculannya juga menjadikan sesuatu yang biasa menjadi lebih berwarna dan ceria, serta fenomena yg diakibatkan sebelumnya terjadi lewat sebuah kejadian (dalam hal ini hujan), mampu membawa harapan bagi orang yang beruntung menyaksikannya.
Sisanya adalah rasa syukur yang amat tinggi karena ternyata Tuhan di dunia ini masih memberikan keindahan yang bisa membuat umatnya merasa takjub kemudian bersyukur menapaki sejumlah ciptaannya ini.
Yang menjadikan nama pelangi sebagai sumber inspirasinya:
Andrea Hirata dalam buku Tetraloginya yang berjudul ‘Laskar Pelangi’, menjadi best seller di tanah air.
Band asal Jepang yang menjadikan nama pelangi dalam bahasa perancis L’Arc~en~Ciel (bisa dibaca juga laruku, berasal dari bahasa jepang yang juga berarti pelangi) sebagai nama bandnya, menjadi salah satu band paling populer di negerinya Jepang, bahkan di luar Jepang sekalipun.
Penulis berharap kita pun bisa menjadikan filosofi pelangi ini kedalam pandangan hidup kita sehingga diharapkan bisa menjadikan hidup kita jadi lebih ceria dan berwarna.
Semoga bermanfaat!
(Think more Clever, Think ASTUTE!)
(lewat berbagai sumber)
Post a Comment